Cara Membuat Partisi Dan File System Pada Linux

Posted on
Cara Membuat Partisi dan File System Pada Linux ~ Sobat dan buat anak-anak TKJ yang masih duduk di SMK, untuk lebih mengenal dan memahami apa itu Sistem TUI kali ini Materi TKJ dan Belajar Komputer akan berbagi kepada anda semuanya mengenai Cara Membuat Partisi dan File System Pada Linux. pada kesempatan yang lalu saya sudah membahas mengenai Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis TUI.

Membuat Partisi dan File System Pada Linux


Harddisk pada linux dikenali sebagai block device dan tersimpan pada direktori /dev. File yang menunjukkan blok device tersebut akan berbeda tergantung pada jenis interface harddisk yang tersambung dengan sistem. Pada tabel dibawah ini akan ditunjukkan nama-nama block device berdasarkan interface dan media yang terhubung:

Nama Blok device berdasarkan media dan interface :

Media
Interface
Device
Harddisk
IDE
/dev/hd?
PATA
/dev/sd?
SATA
/dev/sd?
SCSI
/dev/sd?
CD/DVD
IDE
/dev/hd?
PATA
/dev/sr?
Flashdisk
USB
/dev/sd?

Tanda tanya pada tabel di atas akan diisi oleh udev berdasarkan urutan abjad. Penataan urutan didasarkan pada media mana yang tersambung terlebih dahulu dan diurutkan dengan abjad. Harddisk tersebut berikutnya akan memiliki nama seperti /dev/hda, /dev/hdb, /dev/sda, /dev/sdb, dan seterusnya.

Membuat Partisi Pada Linux

Pertama-tama dari konsole, ketikkan:

fdisk /dev/sdb

Diasumsikan harddisk yang dipasang adalah harddisk SATA yang kedua. Jika kita perhatikan, untuk harddisk terkini yang memiliki ukuran besar, jika menggunakan fdisk akan muncul peringatan seperti berikut:
http://materitkj11.blogspot.com/
Sebelum melakukan operasi sebaiknya dilihat dulu daftar partisi yang ada. Karena memang pada awalnya partisi belum dibuat, maka hanya menunjukkan informasi konfigurasi harddisk saja.
http://materitkj11.blogspot.com/
Setelah pembagian partisi sudah direncanakan, kemudian buat partisi dengan langkah berikut.

1| Command (m for help): n
2| Command action
3| e extended
4| p primary partition (1¬4)
5| p6| Partition number (1¬4): 1 7| First cylinder (1¬60801, default 1):<ENTER>
8| Using default value 1
9| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (1¬60801, default 60801): +100000M

Partisi untuk system sebesar 100GB sudah kita tetapkan, kemudian buat extended partisi untuk menampung sisanya.

1| Command (m for help): n
2| Command action
3| e extended
4| p primary partition (1¬4)
5| e 6| Partition number (1¬4): 2 7| First cylinder (12160¬60801, default 12160):<ENTER>
8| Using default value 1
9| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12160¬60801, default 60801): <ENTER>

Kemudian buat partisi untuk swap. Partisi swap dibuat didalam partisi extended. Seperti yang direncanakan sebelumnya, partisi swap dibuat sebesar 2GB.

1| Command (m for help): n
2| Command action
3| l logical (5 or over)
4| p primary partition (1¬4) 5| l 6| First cylinder (12160¬60801, default 12160):<ENTER>
7| Using default value 1
8| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12160¬60801, default 60801): +2000M

Kemudian sisanya dialokasikan untuk partisi /home

1| Command (m for help): n
2| Command action
3| l logical (5 or over)
4| p primary partition (1¬4)
5| l
6| First cylinder (12410¬60801, default 12410): <ENTER>
7| Using default value 1
8| Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (12410¬60801, default 60801): <ENTER>

Setelah selesai lalu lihat hasil partisi yang dibuat

1| Command (m for help): p
2|
3| Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
4| 255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders
5| Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
6|
7| Device Boot Start End Blocks Id System
8| /dev/sdb1 1 12159 97675200 83 Linux
9| /dev/sdb2 12160 60801 390716865 5 Extended
10| /dev/sdb5 12160 12409 2008125+ 83 Linux
11| /dev/sdb6 12410 60801 388692675+ 83 Linux

Kemudian dapat juga menambahkan informasi bootloader ke partisi /dev/sdb1

1| Command (m for help): a 2| Partition number (1¬6): 1
Setelah itu kita nyatakan partisi swapnya dengan perintah
1| Command (m for help): t 2| Partition number (1¬6): 5 3| Hex code (type L to list codes): 82
4| Changed system type of partition 5 to 82 (Linux swap)

 dan hasil akhirnya pun menjadi seperti berikut

1| Command (m for help): p
2|
3| Disk /dev/sdb: 500.1 GB, 500107862016 bytes
4| 255 heads, 63 sectors/track, 60801 cylinders
5| Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Jika sudah yakin dengan partisi yang dibuat, kemudian tekan perintah w untuk menuliskan perubahan yang sudah dilakukan kedalam harddisk.
Walaupun fdisk dapat mengenali berbagai macam tipe filesystem, tetapi fdisk tidak dapat langsung melakukan pembuatan filesystem untuk filesystem yang bersangkutan. Misalkan, membuat partisi dan ingin diset sebagai FAT32. Dengan perintah t, dapat mengindentifikasikan bahwa partisi tersebut FAT32, tetapi tetap saja, partisi tersebut belum diformat sebagai FAT32.Untuk melihat daftar filesystem yang dikenali oleh fdisk, dilakukan dengan memberikan perintah L
Itulah Cara membuat partisi pada linux, tentunya setelah hardisk dipartisi masih ada langkah lagi yaitu menformat semua partisi yang sudah kita buat agar bisa bootable. untuk cara memformatnya tunggu postingan berikutnya.

2 thoughts on “Cara Membuat Partisi Dan File System Pada Linux

Comments are closed.